Hitung-hitungan

Tadi siang ibu berbicara soal kami yang perhitungan, alangkah lucunya. Karena sesungguhnya ibu yang memulai perhitungan, ibu yang menggarisi bagian ibu, ibu yang bilang bahwa yang milik ibu hanyalah milik ibu seseorang. Bukan milik kami, apalagi milik dia juga. Sulit rasanya melihat milik dia ibu gunakan untuk kepentingan ibu dan kami. Ibu menangis seolah ibu adalah korban. Ya memang dunia cuma peduli dengan korban. Tapi ibu kembali mengulanginya di malam hari dengan memperhitungkan hal yang bahkan tak cukup untuk memberi makan kucing di jalan. Sedih bu melihat keadaan kita dibutakan oleh seuatu yang selalu kau perhitungkan.

-anakmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s