Maaf.

Dear Ibu Mugi Utami,

Maaf saya sudah menyusahkan hidup ibu, kerjaan saya hanya menghabiskan uang ibu untuk keperluan menuntut ilmu. Maaf karena saya hanya bisa pasrah saat ibu memasukkan saya ke sekolah dasar di depan rumah ibu, padahal saya sudah tes di sd bani saleh sebelah tk saya dahulu. Maaf saya hanya bisa masuk sekolah menegah pertama yang paling bagus di bekasi dan ternyata menguras habis uang ibu karena sekolah tersebut menyandang status rsbi, maaf karena selanjutnya saya susah payah harus masuk sekolah menengah atas yang ibu mau di detik terakhir, maaf telah membuat ibu khawatir saya tidak diterima, walaupun akhirnya saya diterima tapi saya tetap merasa bersalah telah membuat ibu khawatir di perjalanan menuju menengok ibu tercinta dicepu. Maaf masa SMA saya nakal karena saya selalu menyusahkan dengan minta jemput, padahal ibu sudah lelah bekerja mengajar di sebuah sd di seroja. Maaf karena saya  sudah hadir di dunia ini menyusahkan hidup ibu, mungkin ibu menyesal telah merawat saya. Maaf kan saya ya bu

Saya juga meminta maaf karena saya masuk UI sesuai dengan keinginan ibu meskipun jurusannya tak terlalu saya sukai. Maafkan saya bu karena bahkan ibu tidak tau jurusan apa yang saya pilih, maaf karena ibu taunya pas saya udah keterima. Maaf ya bu karna tidak cerita, maaf saya tak berani mengetuk pintu ibu saat ibu selalu mengunci pintu kamar ibu. Maaf karena saya sering menangis karena ibu. Maaf karena sudah mengeluh kelaparan saat ibu tidak memasak dan menyiapkan makanan. Maaf karena saya selalu mempermalukan ibu ketika saya meminta makanan kepada teman sebangku saya saat tiba waktunya ibu tidak memberi uang saku, maaf karena tidak bersyukur. Maaf karena saya terus berdoa kepada tuhan agar saya bisa menjadi sukses. Maaf seharusnya saya tidak kuliah, maaf seharusnya saya bekerja di pabrik seperti anak tukang nasi uduk yang ibu ceritakan. Maaf karena saya selalu salah di mata ibu. Maaf karena sudah tidak merawat diri sendiri, maaf karena saya berharap ada yang mau menghilangkan nyawa saya. Maaf bu… saya sungguh minta maaf….

Maaf bu izinkan saya mengutarakan isi hati saya untuk terakhir kali, maafkan saya bu. Maaf izinkan saya bercerita sedikit. Maaf bu menurut saya yang selalu menyusahkan ibu sejujurnya tidak ada satupun anak yang minta dilahirkan ke bumi ini bu, maaf bu tetapi memang benar adanya dunia ini tidak menjanjikan apa-apa melainkan segudang masalah yang tak kunjung habis sampai kami balik kepada tuhan. Lahirnya seorang anak merupan konsekuensi hubungan seorang lekaki dan perempuan. Begitu pula dengan saya, saya lahir karena ibu dan bapak menjalin sebuah hubungan, maaf bu sekali lagi kalau bisa saya meminta kepada tuhan sebelum saya dilahirkan di muka bumi, saya lebih memilih untuk tidak dilahirkan, saya memilih untuk bapak atau ibu menggunakan alat kontrasepsi atau ibu mungkin mau menggugurkan saja saya. Maaf karena saya memilih untuj berada di sisi tuhan dibangdingkan untuk menemui ibu di dunia ini, karena saya rasa itu yang terbaik untuk saya maupun ibu. Karena jika itu terjadi saya tidak akan lahir dan menyusahi ibu di dunia. Maaf bu tapi sejujurnya itulah yang saya inginkan.

Tertanda,

Bella Rosita

Titipan tuhan yang hanya bisa membuat ibu susah sampai detik ini.Maaf ya bu…

P.s: maaf bu saya tidak bisa menyampaikan secara langsung, maaf karena saya terlalu takut dengan ibu, maaf bu ibu tak perlu khawatir orang akan membenci ibu setelah membaca ini, karena semua orang akan selalu berempati pada ibu. Maaf karena saya selalu salah baik dimata ibu maupun orang lain. Maaf ya bu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s