PERANG MELAWAN MONSTER 9 CM

image

image

image

image

image

image

image

Waktu pertama kali diterima sebagai staff Departemen Kastrat BEM IM FKM UI 2016., saya dipaparkan bahwa dalam masa satu tahun kepengurusan akan ada beberapa isu yang akan kami kawal salah satunya adalah WTPM. WTPM (World Tobacco Process and Machinery) adalah sebuah event yang memamerkan mesin-mesin untuk memproduksi olahan tembakau, they’re words not mine 😉 Event ini akan diadakan pada tanggal 27-28 April 2016. Sekitar bulan Maret kami mulai mengkaji mengenai isu ini di tengah kesibukan kuliah, dan bahkan proker lainnya yang sedang running. Sampai sekitar awal April terbentuklah sebuah gerakan dengan susunan organisasi yang bernamakan “GEBRAK” (Gerakan Bersatu Lawan Industri Rokok).

Banyak sekali pertemuan atau konsolidasi yang kami lakukan dengan berbagai universitas yang tergabung dalam GEBRAK ini, mulai dari konsolidasi yang pulang tepat jam malam kosan, sampai dengan yang berakhir saat sudah berganti hari. Dinginnya udara pocin jam 1 pagi WIB bukanlah hal yang asik menjelang detik-detik Hari pameran itu berlangsung. Namun sebelum benar-benar memutuskan untuk mengepung venue tempat pameran itu berlangsung, kami telah berusaha untuk membatalkan acara tersebut dengan membuat petisi online maupun darat yang kemudia kami serahkan kepada Bapak Gubernur DKI Jakart tercinta yaitu Basuki Tjahja Purnama (cmiiw) di city hall tempat beliau bernaung. Tetapi usaha itu gagal, karena Pak Ahok menyatakan beliau tidak bisa membatalkan pameran tersebut, karena pertama pameran itu memamerkan mesin pembuat rokok bukan rokok, kedua rokok bukan barang terlarang (tapi mematikan pak  ), dan terakhir venue tempat pameran itu dilaksanakan merupakan tanah pemerintah pusat bukan provinsi.

Pasca penolakan dari Pak Ahok  (yang sedikit memalukan, karena banyak sekali media yang meliput tetapi malah memberitakan berita yang “salah fokus”)  kami memutuskan untuk melanjutkan perjuangan kami dengan melaksanakan  Aksi Simpatik menolak WTPM yang diadakan pada tanggal 24 April 2016 di CFD bundaran HI. Banyak sekali cerita lucu menjelang pelaksanaan WTPM dimulai dari berlaga ala Mata-mata dengan memantau Venue WTPM yang baru fix  sekitar H-7 pameran sampai merencanakan Aksi Strategis pada  Tanggal 27 hingga jam 1 pagi sampai diusir satpam menggunakan motor wkwkwk.

Tibalah tanggal 27 Kami melaksanakan aksi dengan cara yang sangat taktis karena banyak hal yang tak terduga terjadi pada hari H, hari itu berakhir dengan kami dipukul mundur oleh polisi dengan jumlah yang sangat tidak bisa dipercaya, yaitu sekitar lebih dari 3 mobil tronton besar, mereka juga membawa gas air mata yang untungnya tidak jadi dipakai. Hal yang paling disayangkan adalah para polisi memukul mundur kami saat beberapa massa aksi sedang melaksanakan solat dzuhur. Alhasil, banyak teman dari kami yang terluka, bahkan berdarah. Padahal hari itu kami melaksanakan aksi yang cukup damai dan tidak berbuat anarkis.  Kemunduran kami dari pameran tersebut diberi jaminan bahwa perwakilan dari kami akan dihadapkan dengan penyelenggara WTPM ini. Akan tetapi, sungguh mengecewakan karena perwakilan kami hanya dipertemukan dengan Seorang Event Organizer yang dibayar untung merancang acara pameran tersebut.  Alhasil, perwakilan kami memilih untuk walk out karena tidak sesuai dengan janji sang kapolres dan diskusi dengan event organizer itu berjalan sangat alot alias hanya buang-buang waktu saja jika diteruskan.

Lantas kami puas dengan aksi tersebut? TIDAK! Kami memutuskan kembali esok hari pada tanggal 28 untuk melakukan aksi simbolik secara diam-diam dengan massa yang sangat sedikit. Akhirnya kami berhasil masuk ke venue pada hari itu dan menyebar pamphlet sambil beroasi sedikit. Nampaknya kejadian itu membuat polisi sangat marah hingga melakukan tindak kekerasan kepada salah satu teman kami, dan berakhir kepada penahann 17 orang di polres kemayoran. Beruntung kami hanya ditahan beberapa jam karena kami langsung memanggil bala bantuan. Finally, berakhir sudah cerita mengenai Aksi Penggalan WTPM, meskipun tujuan kami untuk menggagalkan WTPM tidaklah tercapai tapi kami berhasil membuat mereka yang menyelenggarakan dan para undangan pameran itu tidak merasa aman selama pameran diadakan. Satu janji saya kepada kalian para penyelenggara WTPM bahwa kalian akan merasakan hal  yang sama bahkan lebih parah  jika kalian tetap ingin melaksanakan pameran itu lagi tahun depan sesuai dengan  rencana busuk yang sudah kalian buat.

NB: berikut link kajian WTPM (bit.ly/kajianWTPM)

BELLA ROSITA
Hanya seorang mahasiswa yang mencoba membela hal yang dia anggap patut untuk diperjuangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s